Diatonis Minor :
Setelah sebelumnya membahas tentang diatonis mayor, beranjak ke kerabat nya si diatonis minor...
diatonis minor memiliki interval tangga nada berjarak: 1 – 1/2 – 1 – 1 – 1/2 – 1 – 1
Contoh, pada A=La (minor mode, menekankan pada nada minor) ;
A-B-C-D-E-F-G-A. Jarak interval pada tangga nada tersebut sesuai dengan
jarak interval diatas.
Jika kita tinjau pada gambar, terdapat kesamaan antara tangga nada
mayor dan minor. Huruf besar berwarna merah menyatakan Mayor, sedangkan
huruf kecil berwarna biru menyatakan minor. Nada tangga nada C mayor
dianggap sama dengan A minor. Jika kita liat, pembentuk nada dasar C
mayor memang sama dengan pembentuk nada A minor. Pada tangga nada minor
biasanya ditulis dengan A=La karena memiliki interval yang berbeda
dengan tangga nada mayor dan interval pada tangga nada minor
mengharuskan agar dimulai dari nada La sehingga syarat interval minor
dapat terpenuhi. Oleh karena itu, jika ingin mencari nada minor, cukup
mulai dengan nada La pada tangga nada mayor.
Setelah tangan kram gara-gara senam jari....saatnya beranjak ke solmisasi..
Solmisasi merupakan sebuah pelafalan nada yang berfungsi untuk
memudahkan kita dalam mengeluarkan vocal suara dari mulut kita. Lalu apa
hubungannya vocal suara kita dengan bermain music? Tentu saja ada, karena dalam
bermain music tentu memerlukan sebuah indra pendengaran, perasaan dan vocal
suara agar terjadi keselarasan ketika mendengar sebuah music dan improvisasi
bermain music. Ok, langsung saja kita bahas apa itu doremifasolasido? Doremifasolasido
merupakan sebuah solmisasi dari kumpulan nada diatonis. Sebagai contoh, ketika
kita menggunakan nada yang memiliki frekwensi 261,63 Hz atau nada C cukup
disebut dengan “do”, nada D cukup disebut dengan “re”, E cukup disebut dengan
“mi”, dan seterusnya sampai kembali kepada nada C’ (C tinggi) atau “do”
(tinggi).
Lalu apa itu diatonis?, diatonis
merupakan sekumpulan nada yang terdiri dari 7 nada Utama, yaitu nada C, D, E,
F, G, A, B dan C’ (tinggi). Di dunia terdapat berbagai macam tangga nada, ada yang
disebut dengan tangga nada Greogrian, Aeolian, dst..waaahh…semakin rumit
yaaa??, saya tidak akan menjelaskan semua tangga nada, yang cukup anda kuasai
untuk pertama kali adalah tangga nada “natural” saja.
Do = C
Re = D
Mi = E
Fa = F
So = G
La = A
Ti (Si) = B
Do’ (tinggi) = C’
Setiap nada memiliki jarak dengan
nada sebelum atau sesudahnya. Untuk memudahkan dalam memahami jarak antar nada
lihat gambar di bawah ini.
1-1-1/2-1-1-1-1/2
Rumus jarak nada tersebut
merupakan sebuah standar dalam pembentukan tangga nada Mayor. Masih bingung
dengan angka-angka di atas??, baiklah..akan saya terangkan dengan jelas.
Perhatikan dengan seksama, terdapat jarak nada yang bernilai satu terdapat juga
jarak nada yang bernilai setengah, tangga nada natural dimulai dengan tanda Do=C,
maka tangga nada yang didapatkan adalah tangga nada natural (diatonis mayor) yaitu
C – D – E – F – G – A – B – C, dengan
jarak C ke D = 1, D ke E = 1, E ke F = 1/2, F ke G = 1, G ke A
= 1, A ke B = 1, dan B ke C = ½, mengerti
kan maksudnya!!??, jadi pada intinya untuk membuat sebuah tangga nada mayor,
maka jarak yang diperlukan dari nada ke nada adalah dengan menggunakan rumus
jarak :
1-1-1/2-1-1-1-1/2
Rumus ini bisa di gunakan untuk segala macam nada mayor ( Do=D, Do=E, dst...)tinggal merubah root (Do) di nada awal....
Ni gambaran lengkapnya :
Contoh penerapan di neck gitar Do=C :
Latihan solmisasi juga bisa digunakan untuk senam jari....usahakan tempo teratur dan "sebersih"mungkin.
Senam jari atau pemanasan jari memang sangat penting untuk para gitaris (khususnya yang melody)
di anjurkan menyempatkan waktu setidaknya 30 menit untuk senam jari setiap hari..
kalau baru pemula sebaiknya dilakukan dalam tempo rendah terlebih dahulu agar suara lebih bersih dan jelas...(di anjurkan pakai metronome)
Posisi jari memegang pick :
Memang tidak ada anjuran cara memegang pick, karena banyak musisi yang punya cara sendiri memegang pick, yang penting nyaman dan usahakan hanya ibu jari dan jari telunjuk yang bergerak
Posisi tangan kanan :
Tangan kanan harus menempel di Bridge gitar agar suara yang dihasilkan lebih bersih
Posisi tangan kiri :
Kalo bisa posisi ibu jari kalo ditarik garis lurus posisinya di tengah.
Ini yang paling natural. Untuk buktiinnya, coba aja genggamkan tangan,
secara otomatis ibu jari pasti letaknya di tengah; atau coba genggam sapu,
gitar atau apa aja., nanti kan ibu jari langsung ngambil posisi di tengah
tanpa kita sadari.
(kalau mau lebih ekstrem bisa pakai karet gelang dililitkan ke jari-jari tangan kiri) Beberapa contoh senam jari :
HAMMER ON E————————————————-1-2-3-4—————- B—————————————1-2-3-4————————– G——————————1-2-3-4———————————– D———————1-2-3-4——————————————– A————1-2-3-4—————————————————– E—1-2-3-4————————————————————– fingering: 1 2 3 4 PULL ON E—5-4-3-2————————————————————– B————5-4-3-2—————————————————– G———————5-4-3-2——————————————– D——————————5-4-3-2———————————– A—————————————5-4-3-2————————– E————————————————5-4-3-2—————– fingering: 4 3 2 1
- – - Ulangi terus sampai fret 12 setelah itu balik lagi sampai fret 1 – - -
Gunakan metode diatas pada beberapa contoh bentuk fingering berikut ini: 1 2 4 – 4 2 1
1 3 4 – 4 3 1
1 3 2 4 – 4 2 3 1 1 4 3 2 – 4 1 2 3
Berikut saya berikan ccontoh latihan jari untuk HAMMER ON dan PULL ON (A Minor Pentatonic):
ketrangan: // adalah pengulangan E–8-5-8-5-//————————————————————– B———–8-5-8-5-//—————————————————– G——————–7-5-7-5-//——————————————– D—————————–7-5-7-5-//———————————– A————————————–7-5-7-5-//–5-3-5-3-//————– E———————————————————–5-3-5-3-//–5– fingering: 3 1 3 1
– - – ulangi pada fret selanjutnya sampai fret ke 17 E—————————————————————- B–7-4-5-4–//—-8-5-7-5–//—-10-7-8-7–//—-12-8-10-8–//— G—————————————————————- D—————————————————————- A—————————————————————- E—————————————————————- fingering: 4 1 2 1 dan 4 1 3 1 E——————————————————————- B–12-10-12-10–//—-12-8-10-8–//—-10-7-8-7–//—-8-5-7-5–//– G——————————————————————- D——————————————————————- A——————————————————————- E——————————————————————- fingering: 4 1 2 1 dan 4 1 3 1 DAN CONTOH INILAH YANG MENURUT SAYA PALING PENTING DAN HARUS BISA
E–2-1-2-1–//—-3-1-3-1–//—-4-1-4-1–//—-3-1-3-1–//—- B————————————————————– G————————————————————– D————————————————————– A————————————————————– E————————————————————–
- – - ulangi pada senar 2, 3, 4, 5, 6 selanjutnya ulang pada fret selanjutnya E–3-2-3-2–//—-4-2-4-2–//—-4-3-4-3–//—-4-2-4-2–//—- B————————————————————– G————————————————————– D————————————————————– A————————————————————– E————————————————————–
- – - ulangi pada senar 2, 3, 4, 5, 6 selanjutnya ulang pada fret selanjutnya
Selain Pull on dan Hammer on saat memetik pick harus naik turun secara bergantian....
Lihat music live di TV..."wow gitarisnya handal banget "...
pingin kayak gitu.....
santai aja bro....pertama kita pelajari dulu yang namanya CHORD ...
Bentuk cord atau kunci dasar gitar
Bentuk chord pertama yang harus anda pahami adalah chord dasar C Major (karena kebanyakan lagu indonesia sekarang pakai itu)
Nada dasar C Major g' ada kunci baloknya...jadi buat yang lagi mulai belajar genjreng cocok buat permulaan...
Penggambaran jari kiri di gitar biar lebih mudah buat jangkau chord sulit..
Setelah dah lancar di coba dengan chord dasar G Major, D Major dst.......
sambil ngapalin chord sambil coba cari sendiri chord dari lagu yang anda sukai...
biar g' beli buku lagu terus....ngelatih jari sambil ngelatih feeling...